Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Non-Performing Loan (NPL), efisiensi operasional yang diproksikan melalui rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), serta suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) terhadap kinerja keuangan bank digital di Indonesia periode 2022-2024. Kinerja keuangan diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling, terdiri dari tiga bank digital yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangan lengkap, yaitu Allo Bank, Seabank, dan Bank Jago, dengan total 36 observasi kuartalan. Data sekunder dianalisis menggunakan perangkat lunak EViews. Pemilihan model terbaik dilakukan melalui Uji Chow yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling tepat. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, NPL dan BI Rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sedangkan BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R-squared) sebesar 96,80% mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan hampir seluruh variasi perubahan ROA. Secara simultan, NPL, BOPO, dan BI Rate juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan bank digital. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengelolaan risiko kredit yang efektif, peningkatan efisiensi operasional, serta responsivitas terhadap perubahan kebijakan moneter menjadi kunci utama dalam mendorong profitabilitas bank digital di Indonesia.
Copyrights © 2026