Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi politik dan mendorong media sosial menjadi ruang utama interaksi antara partai politik dan masyarakat. Di Jakarta, pemanfaatan platform digital oleh partai politik tidak lagi hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun keterlibatan warga dalam proses demokrasi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi media sosial yang diterapkan partai politik dalam meningkatkan partisipasi politik warga Jakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yaitu mengombinasikan survei kuantitatif terhadap warga Jakarta yang aktif menggunakan media sosial dengan wawancara mendalam dan analisis konten media sosial pada tahap kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan politik warga. Strategi interaksi melalui respons terhadap komentar dan fasilitasi diskusi memiliki pengaruh paling besar dibandingkan strategi konten maupun kampanye daring. Selain itu, literasi digital, persepsi terhadap kredibilitas informasi, dan tingkat kepercayaan warga terbukti berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi politik di ruang digital. Meskipun demikian, efektivitas strategi tersebut masih menghadapi tantangan berupa penyebaran disinformasi, polarisasi, serta rendahnya kualitas dialog politik yang menyebabkan partisipasi cenderung bersifat reaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial merupakan instrumen strategis dalam memperkuat demokrasi lokal apabila didukung oleh komunikasi yang transparan, interaktif, serta peningkatan literasi digital masyarakat sehingga partisipasi politik warga dapat berkembang secara lebih substantif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026