Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS KAMPANYE POLITIK ANIES BASWEDAN DAN MUHAIMIN ISKANDAR PADA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN TAHUN 2024 Rama Dewa; Hosea Gabriel Memphis Hutapea; Saeful Mujab
Jurnal Komunikasi dan Budaya Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Komunikasi dan Budaya
Publisher : Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jkb.v5i1.2633

Abstract

The political campaigns of Anies Baswedan and Imin Iskandar in the 2024 presidential election are of public interest both nationally and internationally. Anies Baswedan, who is currently the governor of Jakarta, is running as an independent candidate, while Imin Iskandar is a member of the National Awakening Party (PKB) and is running as a vice presidential candidate. The pair are the first to declare that they will compete in the 2024 presidential election. Anies Baswedan has campaigned in various regions, including Jakarta, Southeast Sulawesi, and South Kalimantan, while Imin Iskandar has campaigned in various regions, including Aceh. They have both been active in their efforts to introduce themselves and their political visions to the wider community. During the campaign, Anies Baswedan has been in the media spotlight, including foreign media, highlighting his criticism of the Nusantara project, which is one of the major projects of the current administration. Anies' criticism of this project has attracted the attention of foreign media and become a topic of conversation in the context of the 2024 presidential election. As such, Anies Baswedan and Imin Iskandar's campaign for the 2024 presidential election has attracted public attention, both nationally and internationally, and the pair continues to work on strengthening their support base through various campaign activities and efforts to introduce their political vision to the public.
Konstruksi Sosial Metamorfosis Analog kepada Digital Media Massa Dalam Komunikasi Budaya Populer Dwinarko Dwinarko; Pagi Muhammad; Tabrani Sjafrizal; Saeful Mujab
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i6.2599

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi sosial metamorfosis pada migrasi komunikasi analog menjadi sistem digitalisasi komunikasi massa tentang budaya populer dan ekonomi politik Media Massa. Penelitian ini menggunakan Teori budaya dengan metode penelitian kualitatif deskriftif dan analisis naratif berdasarkan sumber data kepustakaan. Hasil Penelitian bahwa metamorfosis media analog menjadi media digitalisasi memberikan nilai-nilai budaya populer menjadi pilihan bagi setiap individu dan organisasi dalam memanfaatkan media komunikasi massa, yang merupakan bentuk konstruksi sosial melalui bentuk interaksi sosial. Produk interaksi soaial memiliki perspektif pada nilai ekonomi politik media. Konstruksi sosial dibentuk menjadi kegiatan Komunikasi yang memiliki makna budaya yang terintegrasi dengan era digital. Rekomendasi penelitian pada Peran Komunikasi pimpinan organisasi dalam mengkoordinasikan sistem digitalisasi dalam manajemen digital yang lebih kreatif terhadap budaya populer Masyarakat dalam menghadapi Era disrupsi komunikasi.
ANALISIS KAMPANYE POLITIK ANIES BASWEDAN DAN MUHAIMIN ISKANDAR PADA PEMILIHAN UMUM PRESIDEN TAHUN 2024 Rama Dewa; Hosea Gabriel Memphis Hutapea; Saeful Mujab
Jurnal Komunikasi dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Komunikasi dan Budaya
Publisher : Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jkb.v5i1.2633

Abstract

The political campaigns of Anies Baswedan and Imin Iskandar in the 2024 presidential election are of public interest both nationally and internationally. Anies Baswedan, who is currently the governor of Jakarta, is running as an independent candidate, while Imin Iskandar is a member of the National Awakening Party (PKB) and is running as a vice presidential candidate. The pair are the first to declare that they will compete in the 2024 presidential election. Anies Baswedan has campaigned in various regions, including Jakarta, Southeast Sulawesi, and South Kalimantan, while Imin Iskandar has campaigned in various regions, including Aceh. They have both been active in their efforts to introduce themselves and their political visions to the wider community. During the campaign, Anies Baswedan has been in the media spotlight, including foreign media, highlighting his criticism of the Nusantara project, which is one of the major projects of the current administration. Anies' criticism of this project has attracted the attention of foreign media and become a topic of conversation in the context of the 2024 presidential election. As such, Anies Baswedan and Imin Iskandar's campaign for the 2024 presidential election has attracted public attention, both nationally and internationally, and the pair continues to work on strengthening their support base through various campaign activities and efforts to introduce their political vision to the public.
Conceptualizing Extension Journalism in Multiplatform Media for The Acceleration of Community Food Security Literacy Metha Madonna; Fikri Reza; Saeful Mujab
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2026): June 2026 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/rxekfk72

Abstract

The global food crisis is unavoidable when the world’s population is unable to anticipate the phenomena of climate change, increasing environmental pollution, and the shrinking of agricultural land amid an uncontrolled population boom. FAO predicts that food availability will continue to decline, while food demand in developing countries will increase by 60 percent in 2030 and will double by 2050, so that significant action and global community participation are required to face the crisis. Indonesia is categorized as a food-vulnerable country, yet it has the potential to overcome the crisis and even increase food production. Limited support in agricultural resources and food security literacy has resulted in sub?optimal public participation in independent food production. Purpose: (1) to analyze the concept and process of implementing extension journalism in the media; and (2) to formulate strategies for implementing extension journalism in multiplatform media in an effort to enhance community food security literacy. The urgency of this study lies in the notion that the concept of extension journalism can accelerate and enrich public literacy on efforts to build food security at the household and community levels. The method employed is a qualitative approach using the Systematic Literature Review (SLR) method. SLR is used to find and analyze various concepts and models of extension-oriented journalism significantly to reconstruct the current concept of extension journalism. Result: (1) the concept of extension journalism is understood as the dissemination of innovation information through verified conventional mass media (print, terrestrial, and digital); and (2) strategies for implementing extension journalism include regulations and the development of social responsibility awareness among media managers and all journalists involved in content production.
Digitalisasi Komunikasi Organisasi Dan Proses Sensemaking Dalam Transformasi Budaya Kerja: Perspektif Karl Weick Tabrani Sjafrizal; Saeful Mujab; Ari Sulityanto
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.467

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara mendasar praktik komunikasi dalam organisasi, tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada cara anggota organisasi membangun dan menegosiasikan makna atas realitas kerja mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digitalisasi komunikasi organisasi memengaruhi proses sensemaking dalam transformasi budaya kerja dengan menggunakan perspektif teori dari Karl Weick. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi komunikasi digital, serta analisis dokumen internal organisasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada tujuh karakteristik sensemaking, yaitu identitas, retrospektif, enactment, sosial, berkelanjutan, penggunaan isyarat (cues), dan plausibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi komunikasi menciptakan ketidakpastian sekaligus membuka ruang interpretasi baru dalam praktik kerja. Anggota organisasi melakukan rekonstruksi identitas profesional, menafsirkan ulang norma komunikasi, serta membentuk makna kolektif melalui interaksi digital yang berlangsung secara terus-menerus. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi budaya kerja di era digital merupakan hasil proses konstruksi makna yang dinamis, bukan sekadar adaptasi teknologis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian komunikasi organisasi digital serta implikasi praktis bagi pengelolaan komunikasi internal di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Edukasi dan Pengembangan Strategi Mengatasi Kenakalan Remaja bagi Siswa SMA Sekolah Rakyat di Babelan - Bekasi Saeful Mujab; Nasaruddin Siregar; Metha Madonna; Sari Endah Nursyamsi; Arrasyifah Leby
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja dikenal sebagai periode perkembangan yang sangat rentan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan, termasuk kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SMA Sekolah Rakyat Babelan mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja, serta pentingnya memiliki kontrol diri yang kuat dalam interaksi sosial mereka. Metode yang diterapkan dalam sosialisasi ini melibatkan penyampaian materi melalui ceramah edukatif dan sesi diskusi yang interaktif. Pendekatan ini memungkinkan para siswa untuk secara langsung menerima informasi dan berpartisipasi aktif dalam membahas tantangan serta isu yang mereka hadapi. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan siswa, keterbukaan mereka dalam sesi diskusi, dan tumbuhnya komitmen untuk menjauhi perilaku yang menyimpang. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini terbukti efektif sebagai upaya preventif dan pembentukan karakter, membantu remaja menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan memiliki moral yang baik
Konstruksi Sosial Metamorfosis Analog kepada Digital Media Massa Dalam Komunikasi Budaya Populer Dwinarko Dwinarko; Pagi Muhammad; Tabrani Sjafrizal; Saeful Mujab
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i6.2599

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui konstruksi sosial metamorfosis pada migrasi komunikasi analog menjadi sistem digitalisasi komunikasi massa tentang budaya populer dan ekonomi politik Media Massa. Penelitian ini menggunakan Teori budaya dengan metode penelitian kualitatif deskriftif dan analisis naratif berdasarkan sumber data kepustakaan. Hasil Penelitian bahwa metamorfosis media analog menjadi media digitalisasi memberikan nilai-nilai budaya populer menjadi pilihan bagi setiap individu dan organisasi dalam memanfaatkan media komunikasi massa, yang merupakan bentuk konstruksi sosial melalui bentuk interaksi sosial. Produk interaksi soaial memiliki perspektif pada nilai ekonomi politik media. Konstruksi sosial dibentuk menjadi kegiatan Komunikasi yang memiliki makna budaya yang terintegrasi dengan era digital. Rekomendasi penelitian pada Peran Komunikasi pimpinan organisasi dalam mengkoordinasikan sistem digitalisasi dalam manajemen digital yang lebih kreatif terhadap budaya populer Masyarakat dalam menghadapi Era disrupsi komunikasi.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA SMK N 5 BEKASI: MENGENAL DAN MENCEGAH MODUS LOWONGAN KERJA PALSU Saeful Mujab; Metha Madonna; Muhamad Sofyan
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.8993

Abstract

ABSTRACT The increasing prevalence of online job vacancy scams poses a serious challenge for vocational high school students who are in the transitional phase toward entering the workforce. This Community Service Program (PkM) aimed to strengthen the digital literacy of students at SMK Negeri 5 Kota Bekasi so that they are able to independently recognize and prevent fraudulent online job offers. The program was implemented through interactive workshops based on case studies and verification simulations, with evaluation employing a pre- and post-activity design to measure changes in participants’ knowledge, self-efficacy, and verification skills. The results indicate a notable improvement in students’ understanding of scam risk indicators, the reasonableness of recruitment procedures, and the importance of personal data protection, accompanied by the development of more cautious attitudes when responding to online job offers. The findings also show that fostering a cognitive pause before taking action plays an important role in reducing participants’ tendencies toward impulsive decision-making. Overall, this program demonstrates that concise, structured, and practical digital literacy interventions are effective in enhancing students’ vigilance and self-control in dealing with online fraud risks and have the potential to be replicated in other vocational education contexts. ABSTRAK Maraknya penipuan lowongan kerja daring menjadi tantangan serius bagi siswa sekolah menengah kejuruan yang berada pada fase transisi menuju dunia kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital siswa SMK Negeri 5 Kota Bekasi agar mampu mengenali dan mencegah modus penipuan lowongan kerja palsu secara mandiri. Program dilaksanakan melalui workshop interaktif berbasis studi kasus dan simulasi verifikasi, dengan evaluasi menggunakan desain pra dan pasca kegiatan untuk menilai perubahan pengetahuan, keyakinan diri, dan keterampilan verifikasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap indikator risiko penipuan, kewajaran prosedur rekrutmen, serta pentingnya perlindungan data pribadi, disertai dengan tumbuhnya sikap lebih berhati-hati dalam merespon tawaran kerja daring. Temuan ini juga menunjukkan bahwa pembiasaan jeda kognitif sebelum bertindak berperan penting dalam mengurangi kecenderungan pengambilan keputusan impulsif pada peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi literasi digital yang ringkas, terstruktur, dan aplikatif efektif dalam meningkatkan kewaspadaan serta kontrol diri siswa dalam menghadapi risiko penipuan di ruang digital, sekaligus berpotensi direplikasi pada konteks pendidikan vokasi lainnya.
KEKUASAAN DAN WEWENANG POLITIK DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN MODERN Salma Sausan Hakim; Saeful Mujab
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.17050

Abstract

Power and political authority are key elements in modern government, determining the direction of public policy and the stability of the political system. Power is understood as the ability to influence decisions and behaviour within the political realm, while authority refers to the legitimacy that accompanies the use of power based on laws and norms. This study aims to analyse the relationship between power and authority, identify the causes of power abuse, and examine the mechanisms of governance oversight. The study was conducted using a qualitative approach through a literature review of relevant books and academic journals. The results of the analysis show that imbalances between power and authority can lead to abuse of power, reduced accountability, and decreased public trust in the government. Faktor-faktor seperti lemahnya pengawasan, rendahnya integritas aparatur, dan dominasi kepentingan politik berkontribusi terhadap penyimpangan ini. The implementation of good governance principles such as transparency, accountability, and public participation is necessary to maintain balance in the use of power. Strengthening the oversight mechanism and consistent law enforcement is expected to create a more effective, fair and people-oriented governance system.
Transformasi Partisipasi Politik di Era Digital: Strategi Media Sosial Partai Politik dan Keterlibatan Warga Jakarta dalam Demokrasi Lokal Alifa Nazwa Nashifah; Saeful Mujab
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12289

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi politik dan mendorong media sosial menjadi ruang utama interaksi antara partai politik dan masyarakat. Di Jakarta, pemanfaatan platform digital oleh partai politik tidak lagi hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun keterlibatan warga dalam proses demokrasi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi media sosial yang diterapkan partai politik dalam meningkatkan partisipasi politik warga Jakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yaitu mengombinasikan survei kuantitatif terhadap warga Jakarta yang aktif menggunakan media sosial dengan wawancara mendalam dan analisis konten media sosial pada tahap kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan politik warga. Strategi interaksi melalui respons terhadap komentar dan fasilitasi diskusi memiliki pengaruh paling besar dibandingkan strategi konten maupun kampanye daring. Selain itu, literasi digital, persepsi terhadap kredibilitas informasi, dan tingkat kepercayaan warga terbukti berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi politik di ruang digital. Meskipun demikian, efektivitas strategi tersebut masih menghadapi tantangan berupa penyebaran disinformasi, polarisasi, serta rendahnya kualitas dialog politik yang menyebabkan partisipasi cenderung bersifat reaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial merupakan instrumen strategis dalam memperkuat demokrasi lokal apabila didukung oleh komunikasi yang transparan, interaktif, serta peningkatan literasi digital masyarakat sehingga partisipasi politik warga dapat berkembang secara lebih substantif dan berkelanjutan.