Pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Kabupaten Nias, berdasarkan data Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan Kabupaten Nias tahun 2025, terdapat 2.821 usaha mikro dan 10 usaha kecil yang aktif. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, sebagian besar UMKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kompetensi manajerial, keterbatasan literasi digital, lemahnya inovasi produk, serta terbatasnya jejaring kemitraan. Penelitian ini bertujuan menganalisis collaborative governance sebagai strategi pengembangan kapasitas SDM UMKM berbasis kearifan lokal di Kabupaten Nias. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku UMKM, komunitas, dan lembaga keuangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi collaborative governance telah terwujud melalui komunikasi, koordinasi, pelatihan, dan pendampingan antarpemangku kepentingan, namun pelaksanaannya belum optimal karena masih didominasi oleh pemerintah, koordinasi lintas sektor belum berkelanjutan, serta partisipasi aktor nonpemerintah dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai kearifan lokal, seperti gotong royong, musyawarah, solidaritas, dan kekeluargaan, berperan sebagai modal sosial yang memperkuat kepercayaan, partisipasi, dan kolaborasi dalam pengembangan kapasitas SDM UMKM. Oleh karena itu, penguatan forum kolaborasi yang inklusif dan integrasi kearifan lokal dalam program pemberdayaan menjadi strategi yang penting untuk meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Nias.
Copyrights © 2026