Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tingkat inflasi serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap daya beli dan pola konsumsi masyarakat Kabupaten Karawang. Kenaikan harga akibat ketidakstabilan ekonomi turut memengaruhi kelompok masyarakat dengan pendapatan tetap, termasuk pelajar dan mahasiswa yang mengandalkan uang saku bulanan sebagai sumber pendapatan utama mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dengan menerapkan skala Likert tiga poin secara tegas kepada 107 responden yang berlokasi di berbagai wilayah Kabupaten Karawang, termasuk Cikampek, Klari, dan Purwasari, sehingga data yang diperoleh dapat merepresentasikan kondisi masyarakat di kawasan industri tersebut. Konteks studi ini didasarkan pada tren pelemahan rupiah yang berlanjut selama semester pertama tahun 2026, dari Rp16.700 per dolar AS pada awal Januari menjadi Rp17.900 per dolar AS pada akhir Juni, atau mengalami depresiasi hampir 5%. Temuan studi menunjukkan bahwa inflasi dan pelemahan rupiah secara signifikan mengurangi jumlah uang yang tersedia bagi masyarakat umum, sehingga jumlah barang yang dapat dibeli dengan nilai nominal yang sama menurun secara nyata. Kondisi ini mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi lebih hemat, memprioritaskan kebutuhan pokok, beralih ke barang yang lebih murah, dan mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak. Dengan demikian, tekanan ekonomi memaksa masyarakat menyesuaikan perilaku konsumsi mereka agar tetap dapat bertahan di tengah kenaikan biaya hidup yang semakin tidak menentu yang terus berlangsung.
Copyrights © 2026