Perkembangan kecerdasan buatan generatif mendorong pemanfaatan ChatGPT sebagai pendamping informasi dalam berbagai bidang, termasuk aktivitas fitness. Namun, faktor yang menjelaskan niat penggunaan ChatGPT secara berkelanjutan dalam konteks tersebut masih terbatas dikaji, khususnya terkait peran personalisasi dan kepercayaan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceived personalization terhadap continuance intention to use ChatGPT, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui trust in ChatGPT, pada pengguna gym di Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel terdiri atas 120 pengguna gym yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived personalization berpengaruh positif dan signifikan terhadap continuance intention to use ChatGPT (β = 0,310; p < 0,001) dan trust in ChatGPT (β = 0,572; p < 0,001). Trust in ChatGPT juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap continuance intention to use ChatGPT (β = 0,497; p < 0,001). Selain itu, trust in ChatGPT memediasi secara parsial komplementer pengaruh perceived personalization terhadap continuance intention to use ChatGPT (β = 0,284; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa respons ChatGPT yang dipersepsikan sesuai dengan kebutuhan pengguna berkaitan dengan niat penggunaan berkelanjutan, baik secara langsung maupun melalui penguatan kepercayaan terhadap sistem. Penelitian ini memperluas pemahaman mengenai perilaku pasca-adopsi AI generatif dengan menunjukkan peran trust in ChatGPT sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan perceived personalization dengan continuance intention dalam pendampingan informasi fitness.
Copyrights © 2026