Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DETERMINASI FAKTOR PEMASARAN TERHADAP MINAT BELI DALAM MENGGUNAKAN LAYANAN SHOPEEFOOD DI KOTA KUPANG Asbi Nasar; Lorens Riwu; Nasaruddin Nasaruddin
IDEI: Jurnal Ekonomi & Bisnis (IDEI: Journal of Economics & Business) Vol 6 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Insan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38076/ideijeb.v6i2.535

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat adopsi ShopeeFood di Kota Kupang dibandingkan kompetitor sebelumnya, sehingga perlu dianalisis faktor pemasaran yang memengaruhi minat beli konsumen. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pengaruh kualitas pelayanan, harga, promosi, dan distribusi pada minat beli pengguna ShopeeFood. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan teknik sensus terhadap 50 responden, yaitu seluruh pengguna aktif ShopeeFood di Kota Kupang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1–5, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan resmi dan literatur terkait. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data dianalisis menggunakan Regresi Linear Berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan (β = 0,556; p < 0,001), harga (β = 0,276; p = 0,001), dan distribusi (β = 0,345; p < 0,001) berpengaruh signifikan pada minat beli, sedangkan promosi (β = 0,049; p = 0,496) tidak berpengaruh signifikan. Model penelitian mampu menjelaskan 78,2% variasi minat beli (R² = 0,782). Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur pemasaran digital pada pasar berkembang, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi strategi peningkatan kualitas layanan, harga, dan distribusi bagi ShopeeFood di Indonesia timur.This study was motivated by the relatively low adoption of ShopeeFood in Kupang City compared to its main competitors, which required an analysis of marketing factors influencing consumer purchase intention. The research aimed to examine the effects of service quality, price, promotion, and distribution on consumers' purchase intention. An explanatory quantitative approach was employed, utilizing a census of 50 respondents who represent all active ShopeeFood users in Kupang City. Primary data were collected through a questionnaire measured on a five-point Likert scale, while secondary data were obtained from official reports and relevant literature. The instrument was tested for validity and reliability, and the data were analyzed using multiple linear regression with classical assumption tests. The results showed that service quality (β = 0.556; p < 0.001), price (β = 0.276; p = 0.001), and distribution (β = 0.345; p < 0.001) had significant effects on purchase intention, whereas promotion (β = 0.049; p = 0.496) did not. The model explained 78.2% of the variance in purchase intention (R² = 0.782). Theoretically, this study contributed to the digital marketing literature in emerging markets, while practically, it recommended that ShopeeFood strengthen its service quality, competitive pricing, and distribution strategies in eastern Indonesia.
Mendorong Kinerja Pegawai Melalui Iklim Etika Kerja Dan Kepatuhan Organisasional Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Kupang Asbi Nasar; Feny Susana Eky; Rulli Saragi; Nasaruddin Nasaruddin
TheJournalish: Social and Government Vol. 7 No. 3 (2026): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v7i3.1102

Abstract

Peningkatan kinerja pegawai merupakan isu strategis dalam organisasi sektor publik, khususnya pada instansi pelayanan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi determinan kinerja pegawai, kajian yang secara simultan menguji peran iklim etika kerja dan kepatuhan organisasional pada instansi pelayanan administrasi kependudukan di tingkat pemerintah daerah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh iklim etika kerja dan kepatuhan organisasional terhadap kinerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 55 pegawai yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim etika kerja dan kepatuhan organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan bahwa integrasi lingkungan kerja yang berlandaskan nilai etika dan kepatuhan terhadap aturan organisasi merupakan mekanisme penting dalam meningkatkan kinerja pegawai pada organisasi pelayanan publik. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dalam merancang strategi penguatan etika organisasi dan kepatuhan pegawai guna meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.
Pembentukan Continuance Intention to Use ChatGPT: Peran Perceived Personalization dan Trust in ChatGPT pada Pengguna Gym di Kota Kupang Asbi Nasar; Agustino Lukas Fischer Conterius; Rio Benedicto Bire
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12454

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif mendorong pemanfaatan ChatGPT sebagai pendamping informasi dalam berbagai bidang, termasuk aktivitas fitness. Namun, faktor yang menjelaskan niat penggunaan ChatGPT secara berkelanjutan dalam konteks tersebut masih terbatas dikaji, khususnya terkait peran personalisasi dan kepercayaan pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perceived personalization terhadap continuance intention to use ChatGPT, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui trust in ChatGPT, pada pengguna gym di Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel terdiri atas 120 pengguna gym yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived personalization berpengaruh positif dan signifikan terhadap continuance intention to use ChatGPT (β = 0,310; p < 0,001) dan trust in ChatGPT (β = 0,572; p < 0,001). Trust in ChatGPT juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap continuance intention to use ChatGPT (β = 0,497; p < 0,001). Selain itu, trust in ChatGPT memediasi secara parsial komplementer pengaruh perceived personalization terhadap continuance intention to use ChatGPT (β = 0,284; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa respons ChatGPT yang dipersepsikan sesuai dengan kebutuhan pengguna berkaitan dengan niat penggunaan berkelanjutan, baik secara langsung maupun melalui penguatan kepercayaan terhadap sistem. Penelitian ini memperluas pemahaman mengenai perilaku pasca-adopsi AI generatif dengan menunjukkan peran trust in ChatGPT sebagai mekanisme psikologis yang menghubungkan perceived personalization dengan continuance intention dalam pendampingan informasi fitness.