Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan stres kerja terhadap job burnout pada karyawan Sambal Bakar Garut Tasikmalaya. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan operasional, fluktuasi jumlah pelanggan, tekanan pelayanan, serta intensitas kerja pada jam sibuk yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik dan emosional. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi penelitian mencakup seluruh 33 karyawan dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert berdasarkan indikator beban kerja, stres kerja, dan job burnout. Analisis data dilakukan dengan IBM SPSS Statistics versi 25 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan reliabel serta model regresi memenuhi asumsi yang dipersyaratkan. Secara parsial, beban kerja memiliki koefisien -0,100 dengan nilai signifikansi 0,615 sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap job burnout. Sebaliknya, stres kerja memiliki koefisien 0,665 dengan nilai signifikansi 0,000 sehingga berpengaruh positif dan signifikan terhadap job burnout. Secara simultan, beban kerja dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap job burnout. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan psikologis dan kondisi emosional lebih dominan dalam memicu burnout dibandingkan besarnya tuntutan tugas. Perusahaan perlu memperkuat pengelolaan stres, pembagian kerja yang seimbang, dukungan manajerial, dan lingkungan kerja kondusif untuk menjaga kesejahteraan serta kualitas pelayanan karyawan.
Copyrights © 2026