Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi budidaya ikan lele di Desa Manaresmi, Kabupaten Musi Rawas, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah ekonominya relatif rendah. Pengolahan ikan lele menjadi abon merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual produk sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan abon lele serta menganalisis pengelolaannya berdasarkan ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung pengelolaan abon lele meliputi ketersediaan bahan baku yang melimpah, keterampilan dasar masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan, serta adanya peluang pasar yang cukup luas. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan modal usaha, minimnya tenaga kerja, penggunaan teknologi produksi yang masih sederhana, serta pemasaran yang belum optimal. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, pengelolaan abon lele telah menerapkan prinsip-prinsip syariah seperti kehalalan produk, kejujuran dalam usaha, dan kemaslahatan bagi masyarakat. Namun, masih diperlukan peningkatan pada aspek manajemen usaha, distribusi yang lebih adil, dan pengembangan pemasaran agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026