Beragam faktor turut memengaruhi status gizi balita, termasuk ketersediaan bahan makanan, riwayat pemberian ASI, serta kecukupan energi dan zat gizi makro. Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, merupakan daerah dengan jumlah balita obesitas yang cukup tinggi di kecamatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, kecukupan energi, dan kecukupan zat gizi makro terhadap status gizi balita usia 24–59 bulan di Desa Baderan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini mencakup balita usia 24–59 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dengan pengambilan data melalui wawancara menggunakan kuesioner riwayat pemberian ASI dan multiple 24 hour recall. Status gizi balita ditentukan berdasarkan indeks IMT/U. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher–Freeman–Halton test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita (p = 0,024). Kecukupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak memiliki hubungan signifikan dengan status gizi balita (p = 0,000; p = 0,009; p = 0,027; p = 0,000).
Copyrights © 2026