Tingkat VO₂ Max merupakan komponen penting dalam menunjang performa atlet futsal yang memiliki karakteristik permainan berintensitastinggi (intermittent high-intensity efforts). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan status hidrasi dengan tingkat VO₂ Max atlet futsal mahasiswa di Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain korelasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan teknik total sampling, yaitu 40 atlet futsal laki-laki berusia 17–23 tahun dengan menggunakan instrumen Food Recall 24 Hour, Fagerström Test for Nicotine Dependence (FTND), Alcohol Use Disorders Identification Test (AUDIT), Urinalysis berat jenis urin (Urinary Specific Gravity/USG), dan Multistage Fitness Test (MFT). Hasil penelitian menggunakan uji korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan tingkat VO₂ Max (p= 0,076; 0,284). Sebaliknya, kebiasaan merokok (p = 0,001; -0,655), konsumsi alkohol (p = 0,001; -0,520), dan status hidrasi (p = 0,001; 0,786) menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan tingkat VO₂ Max. Sebagian besar responden mengalami defisit asupan protein dan memiliki kebiasaan merokok, namun sebagian besar tidak mengonsumsi alkohol serta berada dalam kondisi hidrasi baik (euhidrasi). Dengan demikian, faktor kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan status hidrasi berhubungan signifikan tingkat VO₂ Max, sedangkan asupan protein tidak menunjukkan hubungan signifikan di studi penelitian ini.
Copyrights © 2026