Kota Makassar merupakan salah satu pusat pertumbuhan di Indonesia bagian timur yang memiliki berbagai infrastruktur strategis sehingga memerlukan informasi bahaya gempa bumi sebagai dasar perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat bahaya gempa bumi di Kota Makassar menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak OpenQuake Engine dengan model sumber gempa Indonesia (PuSGeN, 2024) yang meliputi sesar aktif, subduksi, dan background seismicity. Parameter yang dihitung berupa Peak Ground Acceleration (PGA) serta Spectral Acceleration (SA) periode 0,2 detik dan 1 detik pada kondisi batuan dasar untuk probabilitas terlampaui 10% dan 2% dalam 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PGA berkisar 0,0534-0,0565 g untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun dan 0,1120-0,1180 g untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun. Nilai SA periode 0,2 detik berkisar 0,0939-0,0987 g dan 0,2028-0,2133 g, sedangkan SA periode 1 detik berkisar 0,0256-0,0263 g dan 0,0466-0,0482 g. Distribusi bahaya menunjukkan kecenderungan peningkatan pada bagian utara Kota Makassar yang dipengaruhi oleh kontribusi Sesar Walanae. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam evaluasi bahaya seismik serta mendukung perencanaan bangunan tahan gempa dan mitigasi bencana di Kota Makassar.
Copyrights © 2026