Penerapan sistem berbasis QR Code dalam distribusi BBM subsidi bertujuan meningkatkan ketepatan penyaluran dan mengurangi kecurangan, namun berpotensi menimbulkan permasalahan berupa pemblokiran akses terhadap pengguna yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model deteksi anomali sekaligus mengevaluasi keadilan akses dalam sistem tersebut. Metode yang digunakan adalah Isolation Forest sebagai pendekatan utama dalam mendeteksi anomali, dengan K-Nearest Neighbor (KNN) sebagai metode pembanding. Dataset yang digunakan merupakan data simulasi yang merepresentasikan pola transaksi BBM berbasis QR Code. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik akurasi dan False Blocking Rate (FBR), serta analisis fairness berdasarkan kelompok pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu mendeteksi anomali transaksi secara efektif, namun masih ditemukan nilai false blocking pada pengguna yang sah. Analisis fairness mengungkapkan adanya variasi FBR antar kelompok pengguna berdasarkan jenis kendaraan dan lokasi transaksi, yang menunjukkan potensi bias dalam sistem. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem yang tidak hanya berfokus pada akurasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan akses. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara deteksi anomali dan evaluasi fairness dalam sistem distribusi BBM subsidi berbasis teknologi.
Copyrights © 2026