Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Multi-Kriteria Rute Distribusi Logistik Menggunakan Modified Dijkstra Algorithm pada Koridor Medan-Banda Aceh Dinda Hermaliya; Sabrina Rahmahdani; Roslina Sahara; Khairul Azmi; Habib Syarkowi Harahap
Mathematical and Data Analytics Vol. 3 No. 1 (2026): Artikel Riset Juni 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Alkhwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/mda.v3i1.7655

Abstract

Distribusi logistik merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga efisiensi rantai pasok, khususnya pada wilayah dengan karakteristik jaringan transportasi yang beragam. Penentuan rute distribusi yang hanya mempertimbangkan jarak tempuh sering kali belum mampu merepresentasikan kondisi operasional yang sesungguhnya karena aspek waktu perjalanan dan biaya operasional juga memengaruhi efisiensi distribusi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model optimasi rute distribusi logistik menggunakan algoritma Dijkstra berbasis multi-kriteria dengan mengintegrasikan parameter jarak, waktu perjalanan, dan biaya operasional ke dalam satu fungsi bobot terintegrasi. Jaringan distribusi dimodelkan dalam bentuk graf berbobot, kemudian dilakukan normalisasi data menggunakan metode Min-Max Normalization sebelum proses pencarian rute optimal menggunakan algoritma Dijkstra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koridor distribusi melalui jalur lintas timur menghasilkan nilai fungsi objektif yang lebih rendah dibandingkan jalur alternatif pada jaringan yang dianalisis. Selain itu, analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan skenario pembobotan tidak mengubah rute optimal yang diperoleh sehingga solusi yang dihasilkan relatif stabil terhadap perubahan preferensi pengambilan keputusan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi struktur bobot pada algoritma Dijkstra dapat digunakan sebagai pendekatan alternatif dalam penyelesaian permasalahan shortest path problem berbasis multi-kriteria pada sistem distribusi logistik.  
Deteksi Anomali dan Evaluasi Keadilan Akses pada Sistem Distribusi BBM Subsidi Berbasis QR Code: Anomaly Detection, QR Code, Fuel Subsidy Distribution, Isolation Forest, False Blocking Rate, Fairness Analysis Muhammad Khoiruddin Harahap; Habib Syarkowi Harahap
Mathematical and Data Analytics Vol. 3 No. 1 (2026): Artikel Riset Juni 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Alkhwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/mda.v3i1.8692

Abstract

Penerapan sistem berbasis QR Code dalam distribusi BBM subsidi bertujuan meningkatkan ketepatan penyaluran dan mengurangi kecurangan, namun berpotensi menimbulkan permasalahan berupa pemblokiran akses terhadap pengguna yang sah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model deteksi anomali sekaligus mengevaluasi keadilan akses dalam sistem tersebut. Metode yang digunakan adalah Isolation Forest sebagai pendekatan utama dalam mendeteksi anomali, dengan K-Nearest Neighbor (KNN) sebagai metode pembanding. Dataset yang digunakan merupakan data simulasi yang merepresentasikan pola transaksi BBM berbasis QR Code. Evaluasi model dilakukan menggunakan metrik akurasi dan False Blocking Rate (FBR), serta analisis fairness berdasarkan kelompok pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu mendeteksi anomali transaksi secara efektif, namun masih ditemukan nilai false blocking pada pengguna yang sah. Analisis fairness mengungkapkan adanya variasi FBR antar kelompok pengguna berdasarkan jenis kendaraan dan lokasi transaksi, yang menunjukkan potensi bias dalam sistem. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem yang tidak hanya berfokus pada akurasi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan akses. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara deteksi anomali dan evaluasi fairness dalam sistem distribusi BBM subsidi berbasis teknologi.
Analisis Komparatif Performa dan Robustness Algoritma Probabilistik (Fermat, Miller–Rabin, dan Baillie–PSW) terhadap Bilangan Acak dan Carmichael dalam Konteks Kriptografi: Bilangan prima, Miller-Rabin, kriptografi, algoritma probabilistik Habib Syarkowi Harahap; Muhammad Khoiruddin Harahap
Mathematical and Data Analytics Vol. 3 No. 1 (2026): Artikel Riset Juni 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Alkhwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/mda.v3i1.8693

Abstract

Pembangkitan bilangan prima besar merupakan komponen penting dalam keamanan skema kriptografi kunci publik, karena validitas bilangan prima berpengaruh langsung terhadap keandalan sistem. Penelitian ini bertujuan membandingkan performa dan ketahanan tiga algoritma uji keprimaan, yaitu Fermat, Miller–Rabin, dan Baillie–PSW (BPSW). Evaluasi dilakukan melalui eksperimen komputasi dengan dua skenario input, yaitu bilangan acak sebagai representasi kondisi umum dan bilangan Carmichael sebagai representasi input adversarial, dengan variasi panjang bit hingga 2048-bit. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa algoritma Fermat menghasilkan false positive pada input tertentu, sehingga kurang sesuai untuk kebutuhan kriptografi yang menuntut akurasi tinggi. Miller–Rabin menunjukkan reliabilitas yang baik, tetapi cenderung memiliki waktu eksekusi dan variasi kinerja yang lebih besar pada beberapa skenario pengujian. Sementara itu, BPSW menunjukkan keseimbangan yang lebih baik antara akurasi, efisiensi waktu, dan stabilitas kinerja pada ruang uji yang digunakan. Dengan demikian, BPSW dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pendekatan penapisan prima yang efektif untuk mendukung implementasi kriptografi berbasis bilangan prima besar.