Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis komponen internal (kekuatan dan kelemahan) dan komponen eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pengembangan produk minuman tradisional Bir Pletok di UTA'45 Jakarta. Lebih lanjut, penelitian ini berupaya merancang strategi pengembangan yang fleksibel untuk meningkatkan daya saingnya di pasar minuman kontemporer. Penelitian observasional terstruktur digunakan, dengan memanfaatkan pengambilan sampel secara acak untuk memilih 50 responden mahasiswa dari UTA'45 Jakarta. Matriks IFAS, EFAS, dan SWOT digunakan untuk menganalisis data awal yang dikumpulkan secara digital melalui Google Forms. Analisis faktor internal menunjukkan bahwa skor kekuatan total (4,073) lebih besar daripada skor kelemahan (3,846), dengan keunggulan utama berupa rasa rempah alami dan harga yang terjangkau. Sebaliknya, analisis faktor eksternal menunjukkan bahwa skor ancaman total (4,089) sedikit lebih tinggi daripada skor peluang (4,024), terutama karena persaingan ketat dari minuman populer dan trendi. Analisis SWOT menempatkan produk Bir Pletok di Kuadran II (Kekuatan-Ancaman), yang menunjukkan bahwa strategi ST (Strategi Jangka Pendek) harus diprioritaskan. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen harus memanfaatkan kekuatan produk—khususnya sifat tradisionalnya yang bebas alkohol dan kualitas rempah alaminya—untuk mengatasi ancaman pasar; Hal ini harus diimplementasikan melalui diferensiasi produk, penguatan branding digital, dan peningkatan efisiensi proses produksi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis komponen internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pengembangan produk minuman tradisional Bir Pletok di UTA'45 Jakarta. Selain itu, penelitian ini juga akan membangun strategi pengembangan yang fleksibel untuk meningkatkan daya saingnya di pasar minuman kontemporer. Penelitian ini menggunakan studi observasional terstruktur yang melibatkan pengambilan sampel aksidental terhadap 50 responden mahasiswa UTA'45 Jakarta. Diagram matriks IFAS, EFAS, dan SWOT digunakan untuk menganalisis data awal yang dikumpulkan secara digital menggunakan Google Form. Hasil analisis faktor internal menunjukkan bahwa total skor kekuatan (4,073) lebih dominan dibandingkan kelemahan (3,846), dengan keunggulan pada rasa rempah alami dan harga murah. Namun, hasil analisis faktor eksternal menunjukkan bahwa total skor ancaman (4,089) sedikit lebih tinggi dibandingkan peluang (4,024), terutama karena ketatnya persaingan dengan minuman kekinian yang populer. Menurut hasil diagram SWOT, produk Bir Pletok berada di Kuadran II (Strength-Threat), yang menunjukkan bahwa strategi ST adalah strategi yang disarankan untuk diprioritaskan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengelola harus memanfaatkan keunggulan produk berupa nilai tradisi bebas alkohol dan kualitas rempah alami guna mengatasi ancaman pasar, yang diimplementasikan melalui diferensiasi produk, penguatan branding digital, serta peningkatan efisiensi proses produksi.
Copyrights © 2026