Assyifa Zahira
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Observation Research IPA Analisis ODTW Museum Bahari Jakarta Utara Alfina Nurjayanti Putri; Manuela Kimberly Beuty Lady Sompie; Assyifa Zahira; Rival Darmawan; Caecillia Juvita Puspitasari; Salman Alfarizi Armando
JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 11, No 1 (2026): JURNAL STUDI BISNIS
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Bahari Jakarta Utara merupakan salah satu destinasi wisata edukasi dan sejarah yang memiliki potensi sebagai objek daya tarik wisata (ODTW). Untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya tarik wisata, diperlukan evaluasi terhadap tingkat kenyataan dan harapan berbagai faktor ODTW berdasarkan persepsi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor objek daya tarik wisata Museum Bahari Jakarta Utara menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 72 responden yang pernah mengunjungi Museum Bahari Jakarta Utara. Pengumpulan data dilakukan pada 17–20 Juni 2026. Analisis dilakukan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) terhadap lima faktor objek daya tarik wisata, yaitu What to See, What to Do, What to Buy, What to Arrived, dan Where to Stay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang berada pada Kuadran I maupun Kuadran IV. Sebanyak empat faktor, yaitu What to See, What to Do, What to Buy, dan Where to Stay, berada pada Kuadran II, yang menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi sehingga perlu dipertahankan. Sementara itu, faktor What to Arrived berada pada Kuadran III, yang menunjukkan bahwa aspek aksesibilitas belum menjadi prioritas utama pengunjung meskipun masih memerlukan peningkatan secara bertahap. Selain itu, karakteristik responden didominasi oleh pengunjung yang berdomisili di DKI Jakarta (70,8%), berusia 21–25 tahun (37,5%), dan bekerja sebagai karyawan swasta (47,2%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Museum Bahari Jakarta Utara dalam mempertahankan kualitas objek daya tarik wisata serta merencanakan pengembangan destinasi wisata di masa mendatang.
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terhadap Produk Bir Pletok (Studi Kasus Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta) Putri Sastro Mulyanah; Caecillia Juvita Puspitasari; Assyifa Zahira; Manuela Kimberly Beuty Lady Sompi; Laura Domingas Joi De Jesus Pereira
JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 11, No 1 (2026): JURNAL STUDI BISNIS
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis komponen internal (kekuatan dan kelemahan) dan komponen eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pengembangan produk minuman tradisional Bir Pletok di UTA'45 Jakarta. Lebih lanjut, penelitian ini berupaya merancang strategi pengembangan yang fleksibel untuk meningkatkan daya saingnya di pasar minuman kontemporer. Penelitian observasional terstruktur digunakan, dengan memanfaatkan pengambilan sampel secara acak untuk memilih 50 responden mahasiswa dari UTA'45 Jakarta. Matriks IFAS, EFAS, dan SWOT digunakan untuk menganalisis data awal yang dikumpulkan secara digital melalui Google Forms. Analisis faktor internal menunjukkan bahwa skor kekuatan total (4,073) lebih besar daripada skor kelemahan (3,846), dengan keunggulan utama berupa rasa rempah alami dan harga yang terjangkau. Sebaliknya, analisis faktor eksternal menunjukkan bahwa skor ancaman total (4,089) sedikit lebih tinggi daripada skor peluang (4,024), terutama karena persaingan ketat dari minuman populer dan trendi. Analisis SWOT menempatkan produk Bir Pletok di Kuadran II (Kekuatan-Ancaman), yang menunjukkan bahwa strategi ST (Strategi Jangka Pendek) harus diprioritaskan. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen harus memanfaatkan kekuatan produk—khususnya sifat tradisionalnya yang bebas alkohol dan kualitas rempah alaminya—untuk mengatasi ancaman pasar; Hal ini harus diimplementasikan melalui diferensiasi produk, penguatan branding digital, dan peningkatan efisiensi proses produksi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis komponen internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang mempengaruhi pengembangan produk minuman tradisional Bir Pletok di UTA'45 Jakarta. Selain itu, penelitian ini juga akan membangun strategi pengembangan yang fleksibel untuk meningkatkan daya saingnya di pasar minuman kontemporer. Penelitian ini menggunakan studi observasional terstruktur yang melibatkan pengambilan sampel aksidental terhadap 50 responden mahasiswa UTA'45 Jakarta. Diagram matriks IFAS, EFAS, dan SWOT digunakan untuk menganalisis data awal yang dikumpulkan secara digital menggunakan Google Form. Hasil analisis faktor internal menunjukkan bahwa total skor kekuatan (4,073) lebih dominan dibandingkan kelemahan (3,846), dengan keunggulan pada rasa rempah alami dan harga murah. Namun, hasil analisis faktor eksternal menunjukkan bahwa total skor ancaman (4,089) sedikit lebih tinggi dibandingkan peluang (4,024), terutama karena ketatnya persaingan dengan minuman kekinian yang populer. Menurut hasil diagram SWOT, produk Bir Pletok berada di Kuadran II (Strength-Threat), yang menunjukkan bahwa strategi ST adalah strategi yang disarankan untuk diprioritaskan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengelola harus memanfaatkan keunggulan produk berupa nilai tradisi bebas alkohol dan kualitas rempah alami guna mengatasi ancaman pasar, yang diimplementasikan melalui diferensiasi produk, penguatan branding digital, serta peningkatan efisiensi proses produksi.