Fenomena Islamophobia dewasa ini tidak hanya terjadi dalam konteks sosial dan politik global, tetapi juga mengakar dalam praktik organisasi dan manajemen sumber daya manusia (MSDM). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Islamophobia terhadap MSDM melalui perspektif teori tindakan komunikatif Jurgen Habermas dan teori kekuasaan simbolik Pierre Bourdieu, serta menawarkan model konseptual MSDM berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kritis dengan pendekatan hermeneutik Islami terhadap literatur empiris dan teoretis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islamophobia beroperasi melalui dua mekanisme utama yaitu pertama, distorsi komunikasi, yaitu kegagalan organisasi membangun dialog setara dan bebas dominasi, kedua, kekerasan simbolik, yaitu penerimaan tanpa sadar terhadap norma dan nilai sekuler yang menyingkirkan identitas religius Muslim. Kedua mekanisme ini menyebabkan kolonisasi dunia hidup (Habermas), dan reproduksi habitus sekuler (Bourdieu). Sebaliknya, paradigma Islam yang berlandaskan tauhid, ‘adl, dan musawah menawarkan basis etika dan spiritual untuk membangun MSDM yang humanis dan komunikatif. Integrasi antara rasionalitas komunikatif, kesadaran struktural, dan nilai-nilai Islam melahirkan model MSDM yang humanis komunikatif berbasis tauhid, bebas dominasi, reflektif, dan keadilan sosial dalam organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa dekolonisasi pengetahuan dan spiritualisasi MSDM menjadi langkah strategis untuk mengatasi bias Islamophobia dan membangun manajemen yang adil serta berkeadaban
Copyrights © 2026