Foto jurnalistik idealnya menjadi medium informasi objektif dan etis dalam mengkontruksi bencana alam, namun realitasnya berbeda. Kajian ini melihat bagaimana kompas.com mengkontruksi jurnalisme bencana dalam foto jurnalistik banjir bandang Sumatera Barat 2024 dengan pendekatan kualitatif semiotik Roland Barthes. Analisis dilakukan berdasarkan akurasi informasi, nilai kemanusiaan, komitmen rehabilitasi, fungsi kontrol sosial, dan prinsip foto jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto jurnalistik bencana banjir bandang Sumatera barat 2024 di kompas.com dari aspek akurasi informatif dengan visual jelas dan caption kontekstual. Namun foto korban bencana tidak menjadi pusat utama dalam visualisasi foto. Aspek nilai humanisme dan advokasi masih terbatas karena lebih menonjolkan kerusakan fisik dan aktivitas aparat dibanding pengalaman korban. Nilai kemanusiaan lebih sering muncul secara tidak langsung melalui gambar kerusakan dan tindakan penanganan, bukan melalui penggambaran langsung. Dalam menerapkan konsep komitmen rehabilitasi, foto jurnalistik kompas.com lebih banyak menampilkan fase awal penanganan bencana. Sementara itu, dalam konteks konsep kontrol sosial dan advokasi, foto jurnalistik bencana yang dianalisis biasanya berperan sebagai dokumen yang mengandung informasi, tetapi belum mengarah pada aspek mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap isu mitigasi bencana dan pemerintahan yang transparan. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pendekatan humanis dan kritis dalam foto jurnalistik bencana agar pesan kemanusiaan dan tanggung jawab sosial tersampaikan lebih menyeluruh.
Copyrights © 2026