Karakter yang sangat krusial untuk ditumbuhkan dalam menghadapi tantangan zaman ini adalah sikap optimistis. Optimisme bukan sekadar keyakinan buta bahwa segala sesuatu akan berjalan baik, melainkan sebuah orientasi kognitif dan emosional yang memandang kegagalan sebagai tantangan sementara dan melihat masa depan sebagai peluang yang patut diperjuangkan. Individu yang memiliki karakter optimistis cenderung lebih resilien (tangguh), memiliki mentalitas pemecah masalah, serta terhindar dari perilaku destruktif. Penelitian mengenai pembentukan karakter optimistis pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis doa dan harapan ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sosial dan kemanusiaan secara mendalam, alami, dan kontekstual terkait bagaimana nilai-nilai spiritual ditransformasikan menjadi karakter siswa. Pembentukan karakter optimistis dalam pembelajaran pendidikan agama islam berbasis do’a dan harapan ini diimplementasikan dengan memulai pembelajaran dengan berdoa selanjutnya dosen memberikan motivasi pembelajaran pada apersepsi dan kegiatan inti pembelajaran serta menutup pembelajaran dengan doa yang berisi tentang harapan serta cita-cita yang ingin dicapai dimasa depan. Dengn diterapkannya pembelajaran seperti ini jelas nampak memupuk rasa optimistis mahasiswa dalam pembelajaran tergambar jelas dengan mereka menjawab dengan kata amin berulang kali dengan penuh penghayatan dan penegasan.
Copyrights © 2026