Pengumpulan infrastruktur pariwisata swadaya (DIY) belum optimal, sehingga belum mampu meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah wisatawan, hotel, dan objek wisata terhadap PDB Yogyakarta dengan PAD sebagai variabel mediasi. Menggunakan data panel tahun 2016–2025 di lima kabupaten/kota, data dianalisis menggunakan metode PLS-SEM melalui SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa semua variabel pariwisata memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap PDB secara langsung atau tidak langsung melalui mediasi parsial PAD. Implikasinya adalah pemerintah daerah harus menggeser orientasi pariwisata dari kuantitas ke kualitas dan mendigitalisasi pengumpulan pungutan untuk memperkuat fiskal daerah.
Copyrights © 2026