Proceeding UMSurabaya
Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA

Peran Digital Health Literacy Dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular Di Indonesia

Fanny ayu Rahmawan (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Nur Syahul Yusuf (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Afifah Nabila Ramadhani (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Reyvan Rafirzha Gibran (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Amelia Mardiyana (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Domenica Esa Cecilia M (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Abidah Ramiza Alya (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Maulida Syifaur Rahmah (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Farrel hafiz Fahlevi (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Izza Khafidlotul Husna (Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)
Annisa Nurida (Departemen Ilmu Pendidikan Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2026

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi penyebab utama beban kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Pengendalian PTM memerlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga menekankan pencegahan, deteksi dini, dan perubahan perilaku kesehatan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji peran literasi kesehatan digital (digital health literacy) dalam mendukung pengendalian PTM melalui integrasi program berbasis komunitas dan teknologi kesehatan digital. Metode yang digunakan adalah penelaahan literatur dari berbagai studi nasional dan internasional yang membahas Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), intervensi kesehatan digital, serta literasi kesehatan pada pengendalian hipertensi dan diabetes. Hasil kajian menunjukkan bahwa program berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan dan cakupan skrining PTM, sementara pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi kesehatan, media sosial, dan telemedicine mampu memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, peningkatan pengetahuan belum secara konsisten diikuti oleh perubahan perilaku jangka panjang, terutama pada kelompok dengan literasi kesehatan digital yang rendah. Oleh karena itu, pengendalian PTM yang efektif memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan pemberdayaan komunitas, peningkatan literasi kesehatan digital, dukungan sistem kesehatan, dan kebijakan yang inklusif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Pro

Publisher

Subject

Description

Proceeding Universitas Muhammadiyah Surabaya ini merupakan kumpulan Jurnal kegiatan hasil konferensi atau seminar yang diadakan oleh Masing - Masing program studi yang ada di Lingkungan Universitas Muhammadiyah ...