Maulida Syifaur Rahmah
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Digital Health Literacy Dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular Di Indonesia Fanny ayu Rahmawan; Nur Syahul Yusuf; Afifah Nabila Ramadhani; Reyvan Rafirzha Gibran; Amelia Mardiyana; Domenica Esa Cecilia M; Abidah Ramiza Alya; Maulida Syifaur Rahmah; Farrel hafiz Fahlevi; Izza Khafidlotul Husna; Annisa Nurida
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31823

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi penyebab utama beban kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Pengendalian PTM memerlukan pendekatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga menekankan pencegahan, deteksi dini, dan perubahan perilaku kesehatan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji peran literasi kesehatan digital (digital health literacy) dalam mendukung pengendalian PTM melalui integrasi program berbasis komunitas dan teknologi kesehatan digital. Metode yang digunakan adalah penelaahan literatur dari berbagai studi nasional dan internasional yang membahas Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), intervensi kesehatan digital, serta literasi kesehatan pada pengendalian hipertensi dan diabetes. Hasil kajian menunjukkan bahwa program berbasis komunitas efektif meningkatkan pengetahuan dan cakupan skrining PTM, sementara pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi kesehatan, media sosial, dan telemedicine mampu memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, peningkatan pengetahuan belum secara konsisten diikuti oleh perubahan perilaku jangka panjang, terutama pada kelompok dengan literasi kesehatan digital yang rendah. Oleh karena itu, pengendalian PTM yang efektif memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan pemberdayaan komunitas, peningkatan literasi kesehatan digital, dukungan sistem kesehatan, dan kebijakan yang inklusif.