Aktivitas industri migas memiliki tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi, khususnya pada pekerjaan Thermal Stress Relief yang melibatkan pemanasan material pipa menggunakan tungku pemanas listrik. Potensi bahaya yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan kecelakaan kerja, kerugian material, hingga fatalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai tingkat risiko pada pekerjaan Thermal Stress Relief di PT. OMS Oilfield Service Balikpapan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di workshop, wawancara mendalam dengan operator dan leader SPS, serta studi dokumentasi terkait prosedur dan laporan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pengendalian terdapat 1 risiko kategori extreme, 13 risiko kategori high, dan 1 risiko kategori moderate yang berasal dari enam tahapan aktivitas pekerjaan. Setelah penerapan pengendalian risiko sesuai hirarki pengendalian, seluruh risiko extreme dan high berhasil dieliminasi, dengan hasil akhir berupa 5 risiko kategori moderate dan 10 risiko kategori low. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pekerja telah memahami dan menerapkan prosedur kerja serta budaya K3 dengan baik, namun masih diperlukan peningkatan efektivitas pengendalian terutama pada aspek engineering control dan substitusi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem K3 guna menekan risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan di lingkungan industri migas.
Copyrights © 2026