Perawatan mesin memiliki peranan penting dalam mendukung kelancaran proses produksi serta menjaga efektivitas operasional di sektor industri. Namun, masih banyak perusahaan yang menerapkan sistem perawatan secara reaktif sehingga menyebabkan meningkatnya kerusakan mesin, downtime, dan potensi kecelakaan kerja. Oleh sebab itu, diperlukan penerapan preventive maintenance yang terintegrasi dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar kegiatan perawatan mesin dapat dilakukan secara lebih aman dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi preventive maintenance dengan aspek K3 pada kegiatan perawatan mesin berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, prosiding, dan buku referensi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan preventive maintenance secara berkala dan terencana mampu meningkatkan keandalan mesin, mengurangi tingkat downtime, memperpanjang usia pakai komponen, serta mendukung efisiensi operasional perusahaan. Selain itu, penerapan aspek K3 melalui inspeksi rutin, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengawasan prosedur kerja, dan pengujian perangkat keselamatan terbukti dapat menekan risiko kecelakaan kerja. Dengan demikian, integrasi preventive maintenance dan K3 dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan keselamatan kerja, produktivitas, dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Copyrights © 2026