Peningkatan tuntutan produktivitas pada era industrialisasi modern menyebabkan bertambahnya beban kerja dan penerapan sistem kerja shift yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan sistem shift terhadap tingkat stres kerja karyawan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2026 dan diperoleh dari berbagai basis data jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa beban kerja, baik fisik maupun mental, memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap peningkatan stres kerja. Beban kerja yang melebihi kapasitas individu dapat memicu kelelahan fisik, tekanan psikologis, serta penurunan produktivitas kerja. Selain itu, sistem kerja shift, khususnya shift malam, terbukti menyebabkan gangguan ritme sirkadian dan kualitas tidur yang berdampak pada meningkatnya kelelahan serta menurunnya konsentrasi pekerja. Kondisi tersebut diperburuk oleh lingkungan kerja yang kurang ergonomis sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja akibat human error. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan beban kerja yang proporsional serta pengaturan jadwal shift yang lebih manusiawi dan ergonomis sangat penting dalam mengendalikan risiko stres kerja. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko psikososial dalam sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu ditingkatkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Copyrights © 2026