Kegiatan penyimpanan kontainer pasca laoding dan unlaoding di pelabuhan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja tinggi akibat interaksi antara pekerja, alat berat, material, dan lingkungan kerja yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengendalian risiko berbasis metode HIRARC pada aktivitas penyimpanan kontainer. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan literature review terhadap jurnal nasional, internasional, serta Jurnal Identifikasi dalam rentan tahun 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis bahaya dominan meliputi tertabrak forklift, tertimpa material, paparan gas buangan, tergelincir, dan luka akibat benda tajam. Penilaian risiko menunjukkan bahwa mayoritas aktivitas berada pada kategori medium hingga high risk. Pengendalian risiko telah dilakukan melalui pendekatan engineering control, administrative control, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Namun, efektivitas pengendalian belum optimal karena masih terdapat risiko pada kategori sedang. Faktor yang mempengaruhi antara lain; kepatuhan pekerja, pengawasan, dan kondisi lingkungan kerja. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa metode HIRARC efektif dalam mengidentifikasi dan menilai risiko, namun peningkatan efektivitas pengendalian memerlukan implementasi yang konsisten, penguatan budaya K3, serta evaluasi berkelanjutan.
Copyrights © 2026