Bengkel las merupakan lingkungan kerja yang memiliki berbagai potensi bahaya, seperti luka bakar, cedera mata, paparan asap las, sengatan listrik, dan kebisingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengendalian risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada bengkel las melalui literature review. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan menelaah berbagai jurnal dan artikel ilmiah periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode FMEA efektif digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menentukan tingkat risiko, dan menetapkan prioritas pengendalian melalui nilai Risk Priority Number (RPN). Pengendalian risiko yang umum diterapkan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan standar operasional prosedur (SOP), pelatihan keselamatan kerja, serta pengawasan rutin. Dengan demikian, metode FMEA dinilai cukup efektif sebagai alat bantu pengendalian risiko kecelakaan kerja pada bengkel las.
Copyrights © 2026