Kebisingan merupakan salah satu permasalahan lingkungan kerja di sektor industri yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti penurunan fungsi pendengaran, stres kerja, dan gangguan konsentrasi. Salah satu metode pengendalian kebisingan yang dapat diterapkan adalah penggunaan panel akustik atau noise barrier. Namun, material sintetis yang umum digunakan memiliki biaya tinggi serta kurang ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas panel akustik berbasis limbah serat alam sebagai alternatif barrier kebisingan pada industri. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan dan analisis berbagai jurnal nasional maupun internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah serat alam seperti ampas tebu, kulit jagung, sabut kelapa, eceng gondok, kulit pisang, dan serbuk kayu memiliki potensi yang baik sebagai material panel akustik karena memiliki struktur berpori yang mampu menyerap gelombang suara. Kemampuan penyerapan bunyi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti porositas, densitas, ketebalan material, ukuran partikel, dan jenis serat yang digunakan. Selain memiliki performa akustik yang cukup baik, material berbasis limbah serat alam juga lebih ekonomis, mudah diperoleh, ringan, dan ramah lingkungan dibandingkan material sintetis. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan terkait ketahanan material dan penerapannya secara langsung pada lingkungan industri. Secara umum, panel akustik berbasis limbah serat alam berpotensi menjadi alternatif noise barrier yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung pengendalian kebisingan di industri.
Copyrights © 2026