Pekerja ground handling di bandar udara terpapar risiko bahaya fisik yang signifikan, terutama kebisingan ekstrem yang berasal dari mesin pesawat (turbin) dan aktivitas operasional di area apron. Paparan kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dalam jangka panjang tidak hanya berisiko menyebabkan gangguan pendengaran (Noise Induced Hearing Loss), tetapi juga mengancam keselamatan kerja akibat penurunan konsentrasi dan gangguan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan di area kerja ground handling serta mengevaluasi upaya pengendalian risiko yang telah diterapkan berdasarkan literatur yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review. Data dikumpulkan dari berbagai jurnal ilmiah dan dokumen regulasi terkait kebisingan di bandar udara. Analisis dilakukan dengan membandingkan temuan dari berbagai studi kasus mengenai intensitas kebisingan dan efektivitas penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa intensitas kebisingan di area apron seringkali melebihi standar 85 dB untuk 8 jam kerja, bahkan mencapai lebih dari 100 dB saat pesawat melakukan start engine atau taxiing. Upaya pengendalian yang dilakukan umumnya meliputi pengendalian administratif (pengaturan rotasi kerja) dan penggunaan APD seperti earplug atau earmuff. Namun, efektivitasnya masih sangat bergantung pada kepatuhan pekerja dan kualitas alat yang digunakan.
Copyrights © 2026