Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban kerja, shift kerja, dan stres kerja terhadap kelelahan serta implikasinya terhadap perilaku keselamatan pekerja pada lingkungan kerja berisiko tinggi. Permasalahan ini menjadi krusial karena kelelahan kerja merupakan salah satu faktor dominan yang memicu kesalahan manusia (human error) dalam kecelakaan kerja . Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard and Operability Study (HAZOP). Informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam aktivitas operasional kerja, dan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja tinggi dan sistem shift yang tidak teratur meningkatkan tingkat stres kerja, yang secara langsung berdampak pada kelelahan fisik dan mental pekerja. Kelelahan ini menurunkan konsentrasi, kewaspadaan, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, sehingga meningkatkan potensi terjadinya unsafe acts. Selain itu, ditemukan bahwa pekerja dengan tingkat kelelahan tinggi cenderung mengabaikan penggunaan alat pelindung diri dan prosedur kerja standar. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan beban kerja, penataan sistem shift yang ergonomis, serta pengendalian stres kerja untuk meningkatkan perilaku keselamatan dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Copyrights © 2026