Pesatnya perkembangan industri menyebabkan meningkatnya potensi risiko kecelakaan kerja, terutama pada area produksi yang melibatkan penggunaan mesin, alat berat, dan proses kerja yang kompleks. Kondisi ini menuntut penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai upaya penting dalam mengurangi risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengkaji efektivitas metode Hazard identification, Risk assessment, and Risk control (HIRARC) dalam pengendalian risiko K3 di area produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan literature review terhadap berbagai jurnal ilmiah yang relevan pada periode 2019–2026. Analisis data dilakukan menggunakan matriks risiko berdasarkan parameter kemungkinan (likelihood ) dan tingkat keparahan (severity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas di area produksi berada pada kategori risiko tinggi, dengan tingkat risiko tertinggi pada operasional mesin produksi (nilai 25) yang berpotensi menimbulkan cedera serius hingga fatal akibat tidak adanya pengaman mesin (safety guard). Selain itu, aktivitas pengelasan, penggerindaan, dan pemotongan material juga tergolong berisiko tinggi. Upaya pengendalian yang efektif meliputi penerapan rekayasa teknik, pengendalian administratif, serta penggunaan alat pelindung diri. Dengan demikian, metode HIRARC terbukti efektif dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko K3 secara sistematis guna mendukung peningkatan keselamatan kerja dan implementasi SMK3 di area produksi.
Copyrights © 2026