Pekerjaan panas (hot work) di dalam ruang terbatas (confined space) pada industri berat seperti kilang minyak memiliki profil risiko kecelakaan kerja yang sangat ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap implementasi prosedur keselamatan pada pekerjaan panas di ruang terbatas serta menganalisis peran fungsi keselamatan dalam menutup celah risiko di lapangan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji, membandingkan, dan menganalisis 15 jurnal ilmiah terdahulu yang relevan mengenai keselamatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi risiko pada lingkungan kerja ekstrem ini tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus membentuk satu kesatuan sistem pertahanan berlapis. Keberhasilan pencegahan kecelakaan kerja sangat ditentukan oleh tiga variabel utama, yaitu tingkat kepatuhan prosedur individu yang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap kerja positif, keandalan pengujian gas atmosfer (gas testing) secara presisi, serta efektivitas pengawasan melekat oleh personel safety standby yang memegang Stop Work Authority. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kesenjangan antara regulasi administratif (seperti JSA dan Permit to Work) dengan kondisi riil di lapangan merupakan celah human error utama yang harus dieliminasi melalui pengawasan disiplin, edukasi berkelanjutan, serta dukungan integrasi teknologi sensor array panas modern sebagai early warning system.
Copyrights © 2026