Pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan pilar utama dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan di sektor kesehatan. Namun, ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur masih sering ditemukan yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan limbah medis B3 pada berbagai tingkatan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Indonesia melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review kualitatif deskriptif dengan menganalisis 15 jurnal ilmiah terindeks dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Fasyankes telah melaksanakan pemilahan limbah di sumber dengan baik, namun terdapat tantangan signifikan pada standarisasi infrastruktur Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), akurasi dokumentasi administrasi (logbook), dan pemeliharaan rutin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dari perspektif K3, risiko paparan bahan kimia dan kecelakaan kerja di area pengolahan menjadi ancaman utama bagi petugas. Saya menyimpulkan bahwa meskipun regulasi terbaru seperti Permenkes No. 2 Tahun 2023 mulai diadopsi, kesenjangan (gap) kepatuhan antar fasilitas masih tinggi (berkisar 66,67%). Sebagai sumber referensi dari meng-review 15 artikel ini, diperlukan penguatan pengawasan otoritas dan digitalisasi sistem pelaporan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah medis secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026