Lingkungan kerja fisik yang tidak optimal, khususnya terkait paparan kebisingan dan kualitas pencahayaan, menjadi tantangan serius bagi kesehatan dan produktivitas di berbagai sektor industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas kebisingan dan pencahayaan serta merumuskan strategi pengendalian yang efektif berdasarkan tinjauan literatur pada berbagai area kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (Literature Review) dengan meninjau 15 jurnal ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada rentang tahun 2016–2026. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan temuan lapangan terhadap Nilai Ambang Batas (NAB) sesuai Permenaker No. 5 Tahun 2018. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kebisingan di area produksi sering kali melampaui 85 dBA, yang berdampak pada kelelahan fisik, peningkatan denyut jantung, hingga risiko gangguan pendengaran. Sementara itu, intensitas pencahayaan di area gudang dan kantor sering ditemukan di bawah standar (kurang dari 100-300 lux), yang memicu kelelahan mata dan penurunan fokus kerja. Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi pemeliharaan teknis mesin dan armatur lampu, pengaturan administratif melalui rotasi kerja, serta peningkatan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) melalui edukasi berkelanjutan. Kesimpulannya, sinergi antara evaluasi rutin dan pengendalian yang tepat sangat krusial untuk menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis dan produktif.
Copyrights © 2026