Crane merupakan alat angkat angkut yang banyak digunakan di berbagai industri seperti konstruksi, dan di area pelabuhan. Penggunaan crane menyimpan adanya potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengkaji risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pengoperasian berbagai jenis crane, yang meliputi tower crane, overhead crane, goliath crane, container crane, dan jib crane, dan menganalisis keterkaitannya dengan produktivitas kerja. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji 15 artikel ilmiah yang relevan dan telah dipublikasikan di jurnal nasional terindeks antara tahun 2018 hingga 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi bahaya pada crane mencakup dimensi mekanik, fisik, ergonomi, serta faktor manusia dan organisasi, dengan tingkat risiko yang bervariasi dari sedang hingga ekstrem. Metode analisis risiko yang banyak digunakan antara lain Fuzzy FMEA, HIRARC, HAZOP, HIRADC, dan riksa uji teknis berdasarkan Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kajian ini juga menemukan bahwa pengendalian risiko yang efektif berkontribusi langsung pada penurunan angka kecelakaan dan peningkatan produktivitas kerja. Kesimpulannya, implementasi manajemen risiko yang menyeluruh dan konsisten menjadi kunci terciptanya lingkungan kerja crane yang aman dan produktif.
Copyrights © 2026