Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) serta peran Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam mencegah kecelakaan kerja di sektor pertambangan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap 15 dokumen ilmiah yang relevan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tahap pencarian, skrining, dan ekstraksi data, sedangkan analisis dilakukan menggunakan analisis tematik dengan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat implementasi SMKP di berbagai perusahaan tambang masih bervariasi. Elemen kebijakan dan perencanaan umumnya telah diterapkan dengan baik, namun masih terdapat kelemahan signifikan pada elemen organisasi dan personel, implementasi, dokumentasi, serta tinjauan manajemen. Keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, lemahnya pengawasan, serta tekanan efisiensi anggaran menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas sistem. Selain itu, pengendalian risiko pada aktivitas berisiko tinggi seperti peledakan dan penggunaan alat berat terbukti efektif apabila dilakukan sesuai dengan prosedur operasional standar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SMKP tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada komitmen manajemen, kompetensi tenaga kerja, serta konsistensi dalam pelaksanaan dan evaluasi sistem. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan integrasi sistem serta penguatan budaya keselamatan kerja yang proaktif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026