Pelatihan ini mengevaluasi kesiapan fasilitas pencegahan kebakaran pada gedung lama PT XYZ Balikpapan yang sudah tidak beroperasi namun masih terhubung dengan instalasi listrik aktif. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, penelitian menemukan bahwa tidak terdapat APAR di seluruh area gedung. Kondisi ini menunjukkan ketidaksesuaian terhadap standar keselamatan kebakaran nasional (SNI dan Permenaker) meskipun bangunan tetap memiliki potensi bahaya kebakaran akibat utilitas yang masih aktif. Ketiadaan APAR juga mengindikasikan adanya gap dalam penerapan Safety Management System (SMS) yang wajib diterapkan pada fasilitas bandara. Situasi tersebut meningkatkan risiko kebakaran dan membahayakan personel yang masih melakukan inspeksi dan pemeliharaan. Penelitian menyimpulkan bahwa bangunan idle tetap harus dilengkapi proteksi kebakaran dasar untuk memenuhi regulasi dan mengendalikan risiko.
Copyrights © 2026