Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Proyek Single Buoy Mooring (SBM) atau Tambat Apung Tunggal di PT Meindo Elang Indah, dengan fokus pada enam bidang utama: Keselamatan Listrik, Pengelolaan Lingkungan, Keselamatan Konstruksi, Manajemen Kebakaran, Keselamatan Alat Angkat Angkut, dan Keselamatan Transportasi. Penelitian dilaksanakan pada 1 Agustus hingga 1 Oktober 2025 menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi dokumen (Surat Izin Kerja, Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko/IBPR, Analisis Keselamatan Kerja/JSA), dan inspeksi rutin. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan kritis: (1) Inkonsistensi prosedur Penguncian dan Pelabelan (Lock Out Tag Out) serta sistem pembumian (grounding); (2) Pemilahan limbah B3 dan penampungan sekunder (containment) yang belum memadai; (3) Penggunaan APD (sabuk pengaman tubuh penuh/full body harness) yang belum optimal dan keterlambatan penerbitan izin kerja; (4) Tekanan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di bawah standar dan pelaksanaan pengawas api (fire watch) yang tidak konsisten; (5) Ketiadaan rencana pengangkatan (lifting plan) mendetail untuk operasi rutin dan inkonsistensi pemeriksaan pra-operasi; serta (6) Pengikatan muatan laut (sea fastening) yang tidak memadai pada transportasi laut. Penelitian menyimpulkan bahwa meskipun perusahaan telah memiliki prosedur keselamatan, implementasi di lapangan memerlukan perbaikan signifikan. Rekomendasi meliputi penegakan ketat prosedur penguncian dengan verifikasi tegangan, perbaikan fasilitas penyimpanan limbah, digitalisasi sistem perizinan, kewajiban rencana pengangkatan untuk semua operasi, dan standardisasi perhitungan pengikatan muatan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja pada proyek lepas pantai.
Copyrights © 2026