Transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital memerlukan rekonstruksi materi yang adaptif dan dinamis agar mampu menjawab tantangan zaman dan permasalahan atau isu mutakhir di masyarakat tanpa melupakan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehadiran kecerdasan buatan (AI), ekopedagogi, pendidikan seksualitas, dan moderasi beragama dalam struktur kurikulum PAI kontemporer dan dibingkai oleh kearifan lokal. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan, dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI hendaknya diikuti dengan etika digital; penguatan ekopedagogi berbasis lokal dari adat istiadat masyarakat Banjar melalui fikih sungai, Hukum Adat Hutan, penjagaan Pegunungan Meratus; pendidikan seksualitas yang Islami melalui tradisi Badudus serta internalisasi moderasi beragama melalui sikap Baapik. Titik temu seluruh elemen ini terletak pada sikap moderat (wasathiyah) yang menyeimbangkan kecakapan teknologi, tanggung jawab ekologis, dan kesadaran menjaga kehormatan diri. Oleh karenanya, transformasi kurikulum PAI sangat penting untuk menghasilkan pembelajaran agama yang adaptif di era saat ini.
Copyrights © 2026