Desentralisasi dan otonomi pendidikan merupakan kebijakan strategis yang diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan efektivitas tata kelola sekolah melalui pelimpahan sebagian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak dan tantangan implementasi desentralisasi pendidikan terhadap tata kelola sekolah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa desentralisasi pendidikan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemandirian sekolah, efektivitas pengambilan keputusan, transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, serta inovasi dalam pengelolaan dan pembelajaran. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menjadi bentuk utama pelaksanaan otonomi pendidikan yang mendorong sekolah lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Namun demikian, pelaksanaan desentralisasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan kapasitas antar daerah, keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya sistem pengawasan, dan kurang optimalnya koordinasi antar tingkat pemerintahan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan sistem pengawasan yang efektif, serta kebijakan afirmatif untuk mengurangi kesenjangan pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan desentralisasi pendidikan memerlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat guna mewujudkan tata kelola pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026