Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis kesadaran pendidikan dan dekadensi moral yang melanda Generasi Z di Indonesia, ditandai dengan tingginya angka cyberbullying, penyebaran hoaks, normalisasi cancel culture, serta plagiarisme digital sebagai akibat dari budaya scroll culture dan shallow thinking yang muncul di tengah derasnya arus informasi digital. Kesenjangan antara pemahaman teoritis nilai-nilai agama dan praktik perilaku nyata semakin diperparah oleh sistem pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang masih bersifat konvensional, monoton, dan berorientasi pada hafalan kognitif semata, sehingga kurang menyentuh dimensi afektif dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menggali landasan konseptual kesadaran pendidikan Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits Tarbawi, serta merumuskan model pendidikan yang relevan dan kontekstual bagi karakteristik Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan (library research), dengan data dihimpun dari artikel jurnal, buku akademik, dan prosiding yang relevan melalui penelusuran sistematis pada Google Scholar, Garuda, dan basis data jurnal nasional maupun internasional, kemudian dianalisis melalui identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran pendidikan Islam dibangun atas pemahaman manusia sebagai hamba Allah (‘abdullah) dan khalifah fi al-ardh, yang diwujudkan melalui integrasi tiga konsep utama: al-Tarbiyah (pengembangan potensi diri), al-Ta'lim (transfer ilmu pengetahuan), dan al-Ta'dib (penanaman adab dan karakter mulia) sebagai fondasi epistemologis utama. Nilai-nilai dalam Surah Luqman ayat 13–19 dan Hadits Tarbawi terbukti relevan dalam membentuk keimanan, tanggung jawab, kemandirian, serta etika bermedia digital. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan Model PAI Adaptif-Reflektif, yang memadukan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran dengan proses internalisasi nilai melalui muhasabah dan tadabbur, sebagai solusi paradigmatik untuk mencetak generasi Muslim yang unggul secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan beradab di ruang digital.
Copyrights © 2026