Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia pendidikan yang berdampak pada degradasi karakter generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pendidikan karakter menurut Ki Hadjar Dewantara serta menganalisis implementasinya di sekolah dasar pada era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui pengkajian sumber literatur berupa jurnal, buku, artikel ilmiah, dan dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan usaha sistematis dalam membangun kebudayaan melalui pengajaran yang selaras dengan kodrat alam dan kodrat zaman anak. Tujuannya adalah mencapai keseimbangan lahir dan batin menuju kesempurnaan hidup atau adab kemanusiaan. Di sekolah dasar, yang menjadi pilar pembentuk karakter, literasi, numerasi, dan keterampilan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi pendidikan, konsep ini tetap relevan di tengah arus digitalisasi yang serba terkoneksi. Implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara pada era digital dapat diwujudkan melalui integrasi Teori Trikon, Teori Kepemimpinan, dan Sistem Among. Kesimpulannya, nilai-nilai kearifan lokal ini berfungsi sebagai filter dan kompas moral bagi siswa dalam menghadapi kompleksitas teknologi digital.
Copyrights © 2026