Dalam menafsirkan al-Quran, seorang mufassir kerap tersandera oleh pra-pemahaman dan latar belakang keilmuan serta ideologinya. Akibatnya dia tidak mampu “menyuarakan” al-Quran secara objektif. Maka dalam penelitian ilmiah tentang kajian tafsir kontemporer Indonesia yaitu tafsir Al-Amin bedah surat al-fatihah karya Prof. Muhammad Amin Suma, penulis mengunakan pendekatan analisis semantik Izutsu dengan metode penyajian analisis-deskriptif untuk mendapatkan weltanshauung dari kalimat basmalah dalam tafsir ini. Sehingga menghasilkan hasil pengkajian yang komprehensif terhadap bagaimana objektifitas penafsir dalam menangkap apa yang ingin disuarakan oleh al-Quran. Walhasil dalam penelitian ini menjelaskan bahwa Tafsir Al-Amin ini dinilai objektif memnafsirkan al-Quran, sesuai dengan apa yang ingin “dibunyikan” oleh al-quran, dan welthanschauung kalimat basmalah dalam tafsir ini menghasilkan dua konsep paradigma yaitu konsep yang kembali kepada manusia dan konsep ketuhanan.
Copyrights © 2026