Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cashless society terhadap pengendalian keuangan pribadi mahasiswa di era digital. Cashless society dalam penelitian ini dipahami sebagai ekosistem penggunaan pembayaran nontunai yang mencakup QRIS, dompet digital, mobile banking, kartu elektronik, transfer instan, serta layanan kredit digital seperti paylater. Fenomena ini relevan karena mahasiswa merupakan kelompok pengguna teknologi yang relatif adaptif, tetapi pada saat yang sama rentan terhadap perilaku konsumtif, promosi digital, transaksi impulsif, dan rendahnya disiplin anggaran. Artikel ini disusun sebagai naskah konseptual dan rancangan empiris dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Variabel utama yang dikaji adalah cashless society sebagai variabel independen dan pengendalian keuangan pribadi sebagai variabel dependen, dengan literasi keuangan, self-control, pencatatan transaksi digital, dan impulsive buying sebagai variabel yang dapat memperkuat atau menjelaskan hubungan tersebut. Secara konseptual, cashless society dapat meningkatkan pengendalian keuangan apabila mahasiswa memanfaatkan riwayat transaksi, notifikasi saldo, fitur budgeting, dan pembatasan pengeluaran. Namun, pembayaran digital juga dapat melemahkan pengendalian apabila kemudahan transaksi menurunkan rasa sakit saat membayar, mempercepat keputusan pembelian, dan meningkatkan konsumsi berbasis promosi. Artikel ini menawarkan model penelitian, hipotesis, operasionalisasi variabel, instrumen kuesioner, serta strategi analisis data menggunakan SEM-PLS. Hasil pembahasan konseptual menunjukkan bahwa dampak cashless society terhadap pengendalian keuangan pribadi bersifat ambivalen: teknologi dapat menjadi alat kontrol keuangan sekaligus pemicu perilaku konsumtif, tergantung pada literasi keuangan, disiplin diri, dan cara mahasiswa menggunakan fitur digital.
Copyrights © 2026