Fasciolosis merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Fasciola sp. yang terjadi pada ternak ruminansia yang melalui kontaminasi metaserkaria dalam pakan hijauan maupun air minum ternak. Hewan qurban berpotensi membawa penyakit Fasciolosis bagi manusia. Pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem saat pelaksanaan Idul Adha sangat penting dilakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat terhadap penularan penyakit yang disebabkan oleh konsumsi pangan asal hewan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kasus Fasciolosis pada hewan qurban di Masjid Al-Islah. Teknik non probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 6 hepar kambing, 7 hepar domba, dan 3 hepar sapi. Diagnosis penyakit Fasciolosis didasarkan pada temuan infestasi parasit cacing Fasciola sp. pada organ hepar saat pemeriksaan post-mortem. Hasil pemeriksaan post-mortem menunjukkan persentase prevalensi sebesar 50% pada sampel hepar kambing, 14,2% pada sampel hepar domba dan 66,6% pada sampel hepar sapi. Tingkat Prevalensi penyakit Fasciolosis pada sapi lebih tinggi daripada pada kambing dan domba, sebab Fasciolosis pada sapi bersifat kronis sedangkan pada domba dan kambing bersifat akut. Selain itu faktor umur, sistem pemeliharaan dan musim juga berpengaruh terhadap tingkat prevalensi Fasciolosis. Studi kasus ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut terkait prevalensi Fasciola sp. di wilayah lain, serta efektivitas metode pencegahan dan pengobatan yang digunakan pada hewan ternak di daerah endemik.
Copyrights © 2026