Penelitian ini menganalisis strategi penerjemahan istilah kuliner Prancis dalam takarir (subtitle) bahasa Indonesia pada film La Passion de Dodin Bouffant. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang terdiri dari istilah-istilah kuliner Prancis beserta terjemahannya dalam takarir bahasa Indonesia. Analisis didasarkan pada prosedur penerjemahan Newmark dan ideologi penerjemahan Venuti, serta didukung oleh model analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 183 istilah kuliner yang diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam delapan prosedur penerjemahan: calque, transferensi, padanan fungsional, padanan deskriptif, padanan budaya, naturalisasi, modulasi, dan transposisi. Prosedur yang paling dominan adalah calque dengan 53 data, diikuti oleh transferensi dengan 42 data dan padanan fungsional dengan 33 data. Dari segi ideologi, domestikasi muncul lebih sering dibandingkan foreignisasi, dengan 123 data berbanding 60 data. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerjemah cenderung mengutamakan keterbacaan dan pemahaman penonton, namun tetap mempertahankan istilah kuliner Prancis tertentu untuk menjaga nuansa budaya film tersebut
Copyrights © 2026