Penelitian ini mengkaji peran Wilayatul Hisbah (WH) di Aceh dan Pecalang di Bali dalam penguatan nilai-nilai sosial keagamaan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan peran WH dalam membina nilai-nilai sosial keagamaan masyarakat Aceh, peran Pecalang dalam menjaga nilai-nilai sosial keagamaan masyarakat adat Bali, persamaan dan perbedaan peran keduanya, serta tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan fokus wilayah Aceh dan Bali. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dari berbagai sumber relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WH merupakan institusi formal yang berperan dalam penegakan syariat Islam di Aceh, tidak hanya melalui pengawasan pelaksanaan qanun, tetapi juga melalui pembinaan masyarakat agar memahami dan mengamalkan nilai-nilai sosial keagamaan. Pecalang merupakan lembaga adat tradisional Bali yang berfungsi menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dalam pelaksanaan upacara keagamaan Hindu. Persamaan keduanya terletak pada fungsi pengawasan perilaku sosial masyarakat berdasarkan norma agama dan adat. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai syariat di Aceh dan komersialisasi budaya yang berpotensi mengikis nilai religius di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WH dan Pecalang memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat di daerah masing-masing
Copyrights © 2026