Industri Sport Tourism dan festival berskala nasional memiliki karakteristik operasional yang besar dengan mobilitas yang sangat tinggi, yang sering kali memicu tekanan psikologis pada sumber daya manusia di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur terkait mitigasi Work-Life Conflict (WLC) dan stres kerja terhadap kepuasan kerja, dengan mengkaji peran moderasi imbalan finansial dan pengaturan kerja fleksibel (Flexible Work Arrangements/FWA) dalam konteks industri pariwisata dan event. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan meninjau artikel ilmiah berkualitas yang diterbitkan pada periode 2018–2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa tingginya mobilitas kerja dan jadwal kerja nonstandar secara konsisten menjadi prediktor utama Work-Life Conflict. Literatur juga mengungkapkan fenomena Effort-Reward Imbalance (ERI), ketika beban kerja yang berlebihan selama musim festival sering kali tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima. Meskipun kompensasi finansial, seperti tunjangan perjalanan dinas, dapat membantu, fleksibilitas waktu lebih dibutuhkan untuk mengurangi dampak negatif WLC. Kebijakan Time Off In Lieu (TOIL) atau “Holiday Savings” juga sulit diterapkan karena padatnya jadwal event. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan manajemen SDM yang lebih manusiawi dan adaptif untuk mencegah burnout dan mempertahankan kepuasan kerja jangka panjang serta berkontribusi pada pengembangan Teori Job Demands-Resources (JD-R) dalam sektor pariwisata.
Copyrights © 2026