Fiksasi merupakan tahap penting dalam pengolahan jaringan histologi karena berperan dalam mempertahankan morfologi jaringan agar tetap mendekati kondisi aslinya. Neutral Buffered Formalin 10% merupakan fiksatif yang umum digunakan dalam pemeriksaan histopatologi, sedangkan ethanol 70% sering dimanfaatkan sebagai alternatif karena mudah diperoleh dan relatif lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ethanol 70% komersial dan Neutral Buffered Formalin 10% terhadap morfologi jaringan hati dan ginjal mencit. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan sampel jaringan hati dan ginjal yang difiksasi menggunakan kedua jenis fiksatif, kemudian diproses secara histologi rutin dan diwarnai menggunakan Hematoksilin-Eosin. Penilaian morfologi dilakukan berdasarkan kualitas inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jaringan hati terdapat perbedaan bermakna pada parameter inti sel dan keseragaman warna, sedangkan pada jaringan ginjal terdapat perbedaan bermakna pada parameter sitoplasma dan keseragaman warna. Secara keseluruhan, preparat yang difiksasi menggunakan Neutral Buffered Formalin 10% menunjukkan kualitas morfologi yang lebih baik dibandingkan ethanol 70% komersial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Neutral Buffered Formalin 10% lebih efektif dalam mempertahankan morfologi jaringan hati dan ginjal mencit pada preparat histologi rutin
Copyrights © 2026