Keterbatasan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada aspek manajerial, pelayanan, dan inovasi menjadi hambatan utama dalam tata kelola destinasi pedesaan di Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai bentuk intervensi vokasional, Program Sekolah Desa Wisata (Batch 1) diluncurkan oleh Universitas Mayasari Bakti sejak Maret 2025. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menganalisis tingkat kebermanfaatan program, transformasi kompetensi SDM, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Data dihimpun dari sepuluh pengelola desa wisata dan pihak penyelenggara melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, kuesioner terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang diintegrasikan dengan kerangka Evaluasi Kirkpatrick (Reaksi, Pembelajaran, Perilaku, dan Hasil) untuk mengklasifikasikan luaran kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program efektif berfungsi sebagai proyek percontohan yang berhasil meningkatkan kompetensi inti pada aspek Pengetahuan, Keterampilan, dan Sikap. Peningkatan tata kelola kelembagaan dan pemasaran digital termaterialisasi ke dalam klasterisasi produk siap jual, digitalisasi hilir, hingga perbaikan infrastruktur fisik di sembilan desa mitra. Dampak paling fundamental tecermin dari konsensus 100% pada kesadaran service excellence dan penguatan self-efficacy. Faktor pendukung utama meliputi relevansi materi kearifan lokal dan kapabilitas fasilitator, sedangkan keterbatasan modal operasional dan hambatan geografis memicu stagnasi dampak di Desa Wisata Pakalongan. Rekomendasi strategis mencakup reorientasi kurikulum Batch 2 berbasis experiential learning, integrasi modul akuntansi profitabilitas, serta penguatan peran universitas dalam memfasilitasi akses permodalan
Copyrights © 2026